Pages

Mengenai Saya

Foto saya
Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Menjadi guru adalah salah satu anugerah yang terindah bagi saya, Allah Yang Maha Kuasa memberi kesempatan diri saya untuk belajar dan berkarya. bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Asa ke depan tetap berkarya dan berkarya walau usia semakin senja. Mudah-mudahan Allah meridhoi.Amin

Slide

01/05/12

Posted by Saptari Dharma Wijayanti on 12.17 0 komentar

Sekilas Kenangan di HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Saat aku masih kelas satu di SMEA dulu Ada salah satu guru bahasa Inggrisku pernah berkata kepadaku , “Mbak…besok gantikan saya mengajar di sini ya…”. Saat itu memang sebelum pelajaran bahasa Inggris memang selalu kusantap dulu diktat bahasa Inggris, sehingga saat tanya jawab berlangsung bisa menjawab pertanyaan yang diajukan olehnya. Saat Kelas tiga saya sering diberi tugas oleh guru untuk mencatat di papan tulis, untuk memberi contoh catatan yang harus dicatat di buku teman-teman. Karena seringnya mencatat di papan tulis inilah ternyata memberi dorongan yang sangat kuat bagiku untuk menjadi guru, kupastikan dalam hatiku saat itu…kelak gak ada murid yang kusuruh mencatat di papan tulis. Kupilih IKIP Negeri Semarang, satu-satunya perguruan yang kupilih untuk melanjutkan studiku. Kuliah saat itu tidak mudah, untuk memperoleh nilai C memerlukan perjuangan yang keras. Masih ingat dalam ingatan nilai kuliah Matematikaku hanya C, namun merasa bangga juga karena dari sekitar 80 mahasiswa yang memperoleh nilai C bisa dihitung dengan jari, lainnya D dan E. Sehingga targetku kuliah harus selesai 4 tahun dengan IP cukup saja. Saat menjadi guru itulah justru saya dapat memperoleh pembelajaran yang luar biasa. 
Diawali dengan harus berkata lantang agar seluruh siswa dapat mendengarkan. Saya juga menggunakan metode mencatat, karena saat itu tidak mungkin meminta siswa untuk membeli buku. Namun demikian yang dicatat bukan menyalin buku secara keseluruhan, tetapi sudah merupakan rangkuman. Metode mengajar akuntansi yang cukup berhasil, kudapatkan saat mengajar di tempat lain, yaitu di lembaga Kursus “LOTUS”. Karena buku yang dibuat enak untuk diajarkan kepada siswa, yang berisi sedikit materi tetapi banyak contoh dan kasus soal akutansi. Yang sering kulakukan dalam mengajar akutansi adalah sedikit bicara untuk memberikan pemahaman konsep, mendemonstrasikan, dan latihan, sehingga anak menjadi paham karena melakukan latihan yang berulang-ulang. Ada pengalaman menarik di sekolah pertamaku mengajar ini, SMEA Maranatha. Pernah dalam satu tahun saya mengajar 5 mata pelajaran, yaitu akuntansi keuangan, akuntansi biaya, matematika, bisnis lanjutan, dan tehnologi perkantoran, dengan alasan karena saya yang paling muda dan masih mudah untuk belajar. Hal positif dari mengajar banyak mata pelajaran ini adalah saya menjadi tahu banyak hal, dan memang sesuai dengan latar belakang pendidikan akuntansi dan matakuliah minor administrasi perkantoran. Matematika juga masih sesuai karena materinya berisi tentang bunga, rente, dan lain-lain. Mulai tahun 1993 saya mengajar 40 sampai 44 jam, karena saya selalu mengajar di dua tempat, yaitu di SMEA Maranatha dan SMEA Negeri tempat saya belajar di SLTA dulu. Tahun 1998 saya pindah mengajar di SMEA Ma’arif dan SMEA Negeri, karena ingin berjilbab maka SMEA Maranatha saya tinggalkan. Namun status saya masih tetap yaitu Guru Tidak Tetap (GTT). Selain mengajar saya juga memberikan les akuntansi agar anak-anak dapat memperoleh sertifikat akuntansi. 
 Status saya berubah menjadi CPNS pada akhir tahun 2000, juga mata pelajaran yang harus kuajarkan, yaitu menjadi guru IPS. Ada rasa berontak dalam hati saat saya menerima selembar kertas SK ini, namun mengingat untuk memperolehnya saja memerlukan waktu yang sangat lama, maka saya sadarkan diri untuk menerimanya dengan iklhas dan pasrah pada Allah SWT. Ada dua hal yang mengagetkan saat mengajar di SMP yang berbeda dari SMEA, yaitu kesiapan siswa dalam pembelajaran dan materi yang jauh berbeda dengan yang telah saya dapatkan dan ajarkan selama ini. Karena terbiasa berbicara sedikit saat mengajar akuntansi sebelumnya, maka strategi berbicara sedikit ini juga saya terapkan di SMP. Kalau dahulu guru saya memberikan tugas untuk mencatat secara lengkap dari buku, maka yang saya lakukan adalah memberikan soal terstruktur supaya siswa membaca, dan menuliskan lagi materi-materi esensial yang harus dipahami oleh siswa. Cara yang saya gunakan ini 4 tahun kemudian bernama “Metode Reading Guide”. Selain metode reading guide. Medote ini saya lakukan juga karena siswa tidak memiliki buku, dan di perpustakaan hanya ada 20 buku, yang hanya bisa digunakan untuk setiap bangku. Di SMP Somagede 2 saat itu, tidak tega untuk memaksa siswa membeli LKS, maka yang saya lakukan adalah membeli dengan uang pribadi 20 set LKS untuk setiap tingkat, guna menambah menu latihan soal.
Ada salah satu keberuntungan mengajar di tempat Sekolah yang masih baru, saat itu saya hanya satu-satunya guru IPS. Maka saat ada diklat geografi, Ekonomi, atau sejarah, saya yang diberangkatkan. Sehingga kebingungan saya saat mengajar IPS mulai berkurang. Karena IPS sangat berbda dengan akuntansi. Mulai tahun 2004 saya sering mendapat risky ilmu IPS yang melimpah, mulai dari diklat fungsional IPS selama 3 minggu di Balai Diklat Baturraden, Diklat IPS Terintegrasi di Tingkat provinsi selama 5 minggu yang mengenalkan macam metode, dan model pembelajaran secara mendalam, hingga diklat Guru IPS tingkat nasional di PPPPTK Malang. Semua materi diklat sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman dan pembelajaran IPS. Dan menjadi lebih paham ketika sudah dapat mengimplementasikan semua yang didapat kepada siswa, serta berbagi dengan sesama guru IPS baik di tingkat sekolah, tingkat Komda, maupun tingkat kabupaten.
Saya harus bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kepercayaan kepada diri saya menjadi seorang Guru. Guru yang merasa bahagia bila wajah siswanya bersemangat belajar dan ceria. Guru jabatan yang harus saya emban baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Jabatan yang mulia, bila saya bisa menjalankannya dengan benar. Semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan hidayahNya. Amin
Membaca Selanjutnya...


09/03/12

Lomba

Posted by Saptari Dharma Wijayanti on 06.23 0 komentar

Lomba Kreatifitas Siswa dan Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kecamatan Karanglewas Tahun 2012
Ajang Lomba dimaksudkan untuk mengasah kemampuan seorang siswa maupun guru untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan yang dimilikinya . Dengan lomba diharapkan pula sportifitas siswa dan guru teruji, dimana apabila kalah dia ikhlas menerima kekalahannya dan mengakui kemampuan lawan serta dapat meningkatkan kualitas dirinya, dan apabila menang tidak menjadi tinggi hati dan ke depan dapat lebih meningkatkan kemampuannya.










Membaca Selanjutnya...


04/02/12

BELAJAR dari KISI-KISI UJI KOMPETENSI PEDAGOGIK SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012

Posted by Saptari Dharma Wijayanti on 12.24 1 komentar



Membaca kisi-kisi Uji Kompetensi awal Sertifikasi Guru IPS Tahun 2012, membuat saya sebagai guru IPS yang telah memiliki sertifikat yang "profesional", merasa sangat jauh dari profesional. Membaca kompetensi Pedagogik yang diujikan, seorang guru IPS diharuskan memiliki kompetensi Pedagogik sebagai berikut :
1. Menguasai karakter peserta didik dari aspek fisik,moral,spiritual,sosial,kultural,emosional,
dan intelekstual, dengan kompetensi dasar :
1.1 Memahami karakterpeserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial,
kultural,emosional dan intelekstual
1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran IPS
1.3 Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPS
2. Menguasai teori-teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yaang mendidik
2.1 Memahami teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata
pelajaran IPS
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran IPS
3.1 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian
3.2 Menentukan tujuan pembelajaran IPS
3.3.Memilih materi IPS yang terkait dengan pengalaman dan tujuan pembelajaran
4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik
4.1 Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik
4.2 Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baikkuntuk kegiatan di dalam kelas,
laboratorium, maupun lapangan
4.3 Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik
peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara
utuh
5. Memanfaatkan tekhnologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran
5.1 Memanfaatkan tehnologi dan informasi dalam pembelajaran IPS
6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai informasi
yang dimiliki
6.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai
prestasi yang optimal
6.2 Menyediakan kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta
didik termasuk kreativitasnya
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
7.1 Memahami berbagai strategi komunikasi yang efektif, empatik, dan santun, secara tulisan,
lisan, dan atau bentuk lain
8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar
8.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasiproses belajar mengajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran IPS
8.2 Menenukan prosedur penilaian dan evalusai proses dan hasil belajar
8.3 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar
8.4 Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan
8.5 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai karakteristik mata pelajaran IPS
9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran
9.1 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan
9.2 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan
9.3 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar
9.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
10.Melakukan tindakan efektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
10.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang tidak dilaksanakan
10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran IPS
10.3 Melakukan PTK untuk meningaktkan kualitas pembelajaran mapel IPS

RANGKUMAN
 Pemberian pengalaman belajar hendaknya relevan dengan keunikan/ karakteristik masing-masing individual
Setiap orang memiliki kesamaan:
• Sikap ingin tahu (curiosity),
• Sikap ingin tahu (curiosity),
• Sikap kreatif (creativity),
• Sikap sebagai pelajar aktif (active learner), dan
• Sikap sebagai seorang pengambil keputusan (decision maker)

 Pengalaman Fisik
Pengalaman belajar melalui pengalaman fisik, siswa dapat memanfaatkan seluruh inderanya
Misal, melakukan pengamatan, percobaan, penelitian, kunjungan, karya wisata/study

# Pengalaman Mental
Pengalaman belajar melalui pengalaman mental, biasanya siswa hanya memperoleh informasi
melalui indera dengar dan lihat yang memerlukan kemampuan abstraksi dan konsentrasi
penuh.Misal, membaca buku, mendengarkan ceramah, mendengarkan berita radio, melakukan
perenungan, menonton televisi atau film.
 Pengalaman Sosial
Pengalaman belajar melalui pengalaman sosial, antara lain: melakukan wawancara dengan tokoh, bermain peran, berdiskusi, bekerja bakti, melakukan bazar, pameran, jual beli, pengumpulan dana untuk bencana alam, atau ikut arisan. Pengalaman belajar ini akan lebih bermanfaat kalau masing-masing peserta didik diberi peluang untuk berinteraksi satu sama lain .Mengingat belajar merupakan proses peserta didik membangun gagasan/ pemahaman sendiri, maka kegiatan pembelajaran hendaknya mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mereka untuk berbuat, berpikir, berinteraksi sendiri secara lancar dan termotivasi tanpa hambatan guru.

 Pembelajaran IPS dengan pendekatan Tematik
• Pelajari IPS Terpadu

 Pembelajaran IPS Berbasis Kontekstual
* Membantu guru mengkaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia
* Memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam
kehidupan mereka sehari-hari.

 7 Komponen CTL
• Konstruktivisme
• Inquiry
• Questioning
• Learning Community
• Modeling
• Reflection
• Authentic Assessment

Konstruktivisme
 Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal
 Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan

 Rancangan Pembelajaran
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

 LANDASAN RPP (PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 20)
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya berisi tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar
• Pengertian RPP
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling sedikit mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau lebih.
• PERTANYAAN DASAR TENTANG RPP :
Kompetensi apa yang akan dibelajarkan?
Bagaimana cara membelajarkan?
Dengan apa dibelajarkan (media dan materi)?
Bagaimana cara mengukur ketercapaian kompetensi?
• Komponen RPP adalah:
Identitas mata pelajaran
Standar kompetensi
Kompetensi dasar
Indikator pencapaian kompetensi
Tujuan Pembelajaran
Materi ajar
Alokasi waktu
Metode pembelajaran
Kegiatan pembelajaran (Pendahuluan, Inti,Penutup)
Penilaian hasil belajar
Sumber belajar


Rangkuman IPS Terpadu
a. Tujuan Pembelajaran IPS
Mengembangkan potensi Peserta Didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi dan melatih ketrampilan untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri atau masyarakat
b. Karakteristik IPS
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah, ekonomi, hukum dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga bidang humaniora, pendidikan dan agama (Numan Soemantri, 2001).
Kompetensi Dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi, sejarah, ekonomi, hukum dan politik, sosiologi, yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau topik tertentu. Kompetensi Dasar IPS juga menyangkut berbagai masalah sosial yang dirumuskan dengan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner.
c. Dimensi IPS Dalam kehidupan Manusia
Dimensi dalam kehidupan manusia Ruang Waktu Nilai/Norma
Area dansubstansipembelajaran Alam sebagai tempat dan penyedia potensi sumber daya Alam dan kehidupan yang selalu berproses, masa lalu, saat ini, dan yang akan datang Kaidah atau aturan yang menjadi perekat dan penjamin keharmonisan kehidupan manusia dan alam
ContohKompetensi Dasaryang dikembangkan Adaptasi spasial dan eksploratif Berpikir kronologis, prospektif, antisipatif Konsisten dengan aturan yang disepakati dan kaidah alamiah masing-masing disiplin ilmu
Alternatif penyajiandalam mata pelajaran Geografi Sejarah Ekonomi, Sosiologi/Antropologi


d. Karakteristik Materi IPS
Meliputi : Fakta, Konsep,Prinsip, dan Prosedur
e. Ruang Lingkup materi IPS
• Manusia, Tempat dan Lingkungan
• Waktu, Keberlanjutan dan Perubahan
• Sistem Sosial dan Budaya
• Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan
f. Pendekatan Pembelajaran IPS Terpadu
• Integrated
• Connected/Corelated
• Sequenced
• Shared
• Webbed
g. Pendekatan pembelajaran IPS Integrated
Model integrated merupakan model keterpaduan yang mana suatu tema merupakan topik-topik yang beririsan dan tumpang tindih dari bidang-bidang keilmuan, ada 3 dasar:
1) berdasarkan topik/ tema
2) berdasarkan potensi utama
3) berdasarkan permasalahan
h. Pendekatan pembelajaran IPS Connected
Keterpaduan connected atau correlated merupakan keterpaduan yang mana tema berangkat dari satu KD/materi atau masalah kemudian dicari hubungan dengan KD/materi/aspek yang lain.
Pembelajaran terpadu model connected dilakukan dengan mengaitkan satu KD atau satu pokok bahasan dengan KD atau pokok bahasan yang lain atau mengaitkan satu konsep dengan konsep lain.

i. Implikasi Pembelajaran IPS Terpadu
1) Bagi Guru :
• IPS merupakan satu mata pelajaran
• guru dapat merancang skenario pembelajaran sesuai dengan topik yang ia kembangkan dengan tanpa konsolidasi terlebih dahulu dengan guru yang lain
• Mata pelajaran IPS terpadu merupakan hal yang baru, sehingga sangat sulit untuk melakukan penggabungan terhadap berbagai bidang studi tersebut
• seorang guru bidang studi geografi tidak menguasai secara mendalam tentang sejarah dan ekonomi sehingga dalam pembelajaran IPS terpadu akan didominasi oleh bidang studi geografi demikian pula guru bidang studi yang lain
• jika skenario pembelajaran tidak menggunakan metode yang inovatif maka pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tidak akan tercapai karena akan menjadi sebuah narasi yang kering tanpa makna.
• Koordinasi antarbidang studi yang tercakup dalam mata pelajaran IPS tetap dilakukan, untuk mereviu apakah skenario yang disusun sudah dapat memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan bidang studi di luar yang ia mampu.
• Disusun skenario dengan metode pembelajaran yang inovatif
• Persiapan pembelajaran disusun dengan matang sesuai dengan target pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan topik yang dihasilkan dari pemetaan yang telah dilakukan.
2) Bagi Siswa
Mengembangkan kreativitas akademik,mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan antara konsep/ pengetahuan, nilai/tindakan yang terdapat dalam kompetensi dasar dan beberapa indikator.
3) Bahan Ajar
Guru dituntut untuk rajin dan kreatif mencari dan mengumpulkan bahan –bahan yang diperlukan dalam pembelajaran . Bahan ajar IPS Terpadu diperoleh dari: Lingkungan sosial, alam, peristiwa, media massa.
4) Sarana dan Prasarana

Guru harus memilih secara jeli terhadap penggunaan media supaya dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh berbagai bidang studi yang terkait.

j. Langkah-langkah pengintegrasian
1) Pemetaan Kompetensi Dasar
2) Penentuan topik/tema
3) Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema
4) Pengembangan Silabus
5) Penyusunan desain/rencana pembelajaran
Membaca Selanjutnya...


29/01/12

POSITIF SAJA

Posted by Saptari Dharma Wijayanti on 07.39 0 komentar

Nikmatnya risky seminar tentang Menguak Rahasia Sukses Qur’ani
Hari ahad yang tak terduga, saya mendapat ajakan dari ketua PCA Karanglewas, Ibu Siti Soimah,S.Pd. untuk mengikuti seminar tentang menguak rahasia sukses Qur’ani. Ada pertemuan dengan teman yang saya batalkan, karena bisa ditunda di sore hari. Banyak hikmah yang saya dapat dari kegiatan mengikuti seminar ini, yang pertama adalah ada motivasi yang kuat untuk dapat menentukan tujuan ke depan yang lebih jelas. Selain itu apa yang telah disampaikan oleh Bapak Setyadi saya kaitkan dengan pengalaman pribadi ternyata benar, bahwa apa yang kita impikan dan katakan dapat terwujud di kemudian hari… maka bermimpilah setinggi mungkin, tulis, dan katakan yang baik-baik saja. Tahun 1993 setiap hari saya membonceng suami ke tempat kerja. Pengalaman yang pernah saya alami salah satunya sebagai berikut :
Ketika melewati tanah yang ingin kami miliki, saya sering berkata sambil melambaikan tangan, “dadah omah…”, ternyata tahun 1994 tanah tersebut benar dapat kami beli dengan harga yang kata teman-teman sangat murah, yang kini menjadi tempat tinggal kami.
Dari satu contoh peristiwa tersebut dan motivasi dari bapak Setyadi siang tadi sem
1. Bila mengalami persoalan, serahkan sepenuhnya kepada yang telah memberikan yaitu Allah yang Maha Besar dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu menyelesaikannya
2. Berusaha berpikir positif, berprasangka baik, berbuat dan berkata yang baik-baik saja, karena apa yang kita katakan akan berpengaruh terhadap pikiran, langkah kita kea rah yang baik tersebut, diharapkan kita belajar menghindari sikap dan mengeluarkan kata-kata yang negative
3. Berani menuliskan keinginan setinggi mungkin, membacanya berulang-ulang, dan yakin akan dapat terwujud.
Ingat ketika masih sekolah SMEA dulu, ..pingin sekali dapat title BA, karena banyak bapak ibu guru yang BA. Waktu itu keadaan ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk kuliah. Beruntung saya memiliki ibu yang memahami keinginan yang saya pendam, beliau berkata “sudah ndaftar dulu…rasah samar”, …dan ternyata saya dapat menyelesaikan kuliah, dengan mendapat gelar Dra. Ternyata Alm ibu pernah melihat sekerumunan mahasiswa dan mantes-mantes saya berada di antara mereka….Ternyata mimpi ibu yang positif dapat terwujud.
4. Sejak tahun 2008 saya ingin setiap tahun ada prestasi dalam pendidikan yang ingin saya raih…alkhamdulillah ternyata bisa…Allah Maha Besar…Benar-benar Maha Besar, karena saya yakin bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang yang akan menolong dan membimbing langkah kita.
5. Dan masih banyak sekali kenikmatan-kenikmatan yang Allah limpahkan kepada saya yang tidak mungkin dapat dihitung satu demi satu. Allah Maha Kaya.
6. Mulai detik ini juga kuniatkan dalam hati untuk berpikir positif dan ucapan yang baik-baik saja, serta menyandarkan semuanya hanya di Tangan Allah saja. Amin, semoga Allah membimbing saya.
Rangkuman hasil seminar……menyusul.
Membaca Selanjutnya...


14/01/12

SMP N 1 KARANGLEWAS NAN CANTIK

Posted by Saptari Dharma Wijayanti on 13.10 3 komentar


SMP Negeri 1 Karanglewas

Juara I Lomba Wawasan Wiyata Mandala Tingkat Propinsi Jawa Tengah merupakan prestasi tertinggi yang pernah diraih SMP N 1 Karanglewas. Gambar berikut adalah gambar sudut-sudut cantik SMP Negeri 1 Karanglewas yang tidak lepas dari tangan-tangan terampil para pengukirnya, terutama tangan Pak Kodri, Pak Gosan, Pak Narsan, dan Pak Nawin, serta siswa-siswi SMP negeri 1 Karanglewas,juga tak kalah penting peran desaignernya, beliau bapak kepala Sekolah Suparjo,M.Pd., dan pendahulunya serta sesudahnya.













Membaca Selanjutnya...


30/11/11

LOMBA INOVASI DAN KREASI MEDIA PEMBELAJARAN

Posted by Saptari Dharma Wijayanti on 05.27 0 komentar




LAPORAN HASIL LOMBA KREASI DAN INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
TINGKAT NASIONAL TAHUN 2011



PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
     Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, proses pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang lingkup yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang demikian adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai, baik media yang canggih maupun sederhana.
     Agar penulis dapat mengetahui kebenaran media pembelajaran yang telah dibuat dan dilaksanakan dalam pembelajaran, mengetahui adanya inovasi serta kreativitas dari media yang telah diciptakan, maka penulis memberanikan diri mengikuti lomba kreasi dan inovasi pembelajaran yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Tahun 2011.  Penulis telah mengirimkan Karya Tulis yang berjudul “ MEDIA BANNER VOUCHER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI PEMBELAJARAN PAJAK PADA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 1 KARANGLEWAS TAHUN PELAJARAN 2010/2011”
B.   Tujuan
Adapun tujuan penulis  mengikuti lomba Kreasi dan Inovasi Pembelajaran antara lain :
1.    Minimba pengalaman empiris mengenai media pembelajaran yang efektif
2.    Meningkatkan motivasi diri dalam mengembangkan media pembelajaran sederhana
3.    Ingin memperoleh kejuaraan sebagai cara memotivasi diri untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran
II.            PELAKSANAAN KEGIATAN
A.   Pelaksana Kegiatan
     Pelaksana kegiatan lomba kreasi dan inovasi media pembelajaran tahun 2011 adalah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar,  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
B.   Peserta Lomba
     Peserta lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran SMP tahun 2011 diikuti oleh 198 orang guru dari berbagai  propinsi  di Indonesia untuk enam mata pelajaran, yaitu IPA, IPS, Matematika, PKn, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Peserta lomba tahap II adalah guru SMP yang telah mengirimkan karya lombanya dan karya  yang bersangkutan teridintifikasi sebagai karya yang lolos untuk mengikuti penilaian babak II.
C.   Tempat dan Waktu Kegiatan
     Kegiatan lomba tahap II dilaksanakan di Griya Astoeti Cisarua Bogor tanggal 15 Nopember sampai dengan 19 November 2011.
D.   Penilai/Yuri
     Penilai karya adalah tim yang dibentuk oleh Direktorat Pembinaan SMP yang terdiri  ats unsur dosen yang berasal dari UNESA Surabaya, UNY Yogyakarta, UNM Malang, dan UNNES Semarang, serta unsure guru (SMP)
E.   Penilaian
Penilaian uyamg dilakukan dalam dua babak, yaitu penilaian karya tulis dan babak II adalah pnilaian penyajian dengan bobot masing-masing 50%.
a.    Aspek-aspek Penilaian naskah (babak I)
1)    Bagian awal  dinilai dengan bobot 4
2)    Bagian Inti dinilai dengan bobot 27
3)    Bagian akhir dinilai dengan bobot 2
4)    Lain-lain meliputi bahasa, koherensi, tingakt inovasi media dinilai dengan bobot 10
b.    Aspek-aspek penilaian penyajian (Babak II)
1)    Penampilan , meliputi penguasaan audience, koherensi paparan, dan bahasa dinilai dengan bobot 11
2)    Penggunaan media dalam paparan meliputi kesesuaian media dan ketrampilan menggunakan media dinilai dengan bobot 4
3)    Penguasaan materi dan tanya jawab selama paparan dinilai dengan bobot 15
4)    Efektifikas media tentang manfaat media dinilai dengan bobot 20


HASIL LOMBA INOVASI DAN KREASI MEDIA PEMBELAJARAN

A.    Hasil Lomba
Peserta yang memperoleh penghargaan untuk masing-masing mata pelajaran adalah 6 orang untuk peserta terdiri dari  Juara I, II, dan III serta Juara Harapan I, Harapan II, dan Harapan III.  Untuk Kabupaten Banyumas peserta yang mengikuti berjumlah 4 orang terdiri dari dua peserta IPA dan 2 peserta IPS, dengan hasil sebagai berikut :
1.    Dra. Saptari Darma Wijayanti sebagai Juara II dari kelompok mata pelajaran IPS
2.    Aji Sambudi  Sebagai Juara II dari kelompok mata pelajaran IPA
B.   Penghargaan
Peserta yang meraih kejuaraan menerima penghargaan berupa sertifikat kejuaraan dan hadiah uang tunai sebagai berikut : Juara I menerima sertifikat, laptop, dan uang tunai Rp 8.000.000,00 , Juara II menerima sertifikat dan uang tunai Rp 7.500.000,00 , Juara III menerima sertifikat dan uang tunai Rp 5.500.000,00, Juara Harapan I menerima sertifikat dan uang tunai Rp 3.500.000,00, juara Harapan II menerima sertifikat dan uang tunai Rp 2.000.000,00 dan juara harapan III menerima sertifikat dan uang tunai Rp 1.500.000,00 
Selain penghargaan tersebut di atas ada hadiah yang lebih besar lagi yaitu penulis dapat memperoleh pengalaman yang sangat berharga, antara lain : dapat menimba ilmu tentang media dari 35 peserta yang lain, memperoleh kawan baru dari seluruh propinsi di Indonesia, dan menambah motivasi diri untuk selalu berkarya dan berkarya agar dapat meningkatkan kualitas diri dan kualitas pelayanan dalam pembelajaran kepada peserta didik.

KESIMPULAN DAN SARAN

A.   Kesimpulan
     Kejuaraan dalam lomba memang sangat penting, namun ada hikmah yang  dapat dipetik dari kegiatan mengikuti lomba-lomba, yaitu semangat bersaing, sportifitas, pengalaman, tahan uji mental, dan saling berbagi pengetahuan dalam pembuatan dan pemanfaatan media pembelajaran dari seluruh teman guru di Indonesia. Kejuaraan akan dapat diperoleh bila pembuatan karya tulis dilakukan dengan maksimal, media yang digunakan benar-benar telah dibuat dan dilaksanakan dalam pembelajaran, dan tentu saja doa yang harus senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT agar diberi bimbingan dan kemudahan dalam pelaksanaan lomba.
B.   Saran
     Sosialisasi lomba masih sangat minim, kurang gencar, dan waktu pemanggilan tahap II terasa mendadak sehingga peserta kurang dapat maksimal dalam mempersiapkan presentasi lomba. 




























Membaca Selanjutnya...


10/11/11

KUIS N REWARD

Posted by Saptari Dharma Wijayanti on 13.50 1 komentar

1. Kuis Kocok-kocok
    a. Pembuatan soal, jawaban ,dan media
        Ada proses reading guide, inquiry, kerja sama, toleransi, musyawarah dan mufakat,  serta kreatifivas.

                                                         
                                                                                        








b. Proses bermain kuis Kocok-kocok, yang dilakukan di dalam dan di luar kelas
    Ada proses membaca, mendengarkan, berbagi, sportifitas, kejujuran, dan keceriaan

 





Membaca Selanjutnya...


09/11/11

PAUD SABILAL MUTTAQIN

Posted by Saptari Dharma Wijayanti on 08.41 0 komentar

PAUD SABILAL  MUTTAQIN
          Pelantikan pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah ranting Karangkemiri diwarnai dengan keceriaan anak-anak Paud Pelita Hati dan Sabilal Muttaqin yang mengisi Pra Acara Pelantikan.  Anak-anak yang ceria, berani berdiri di panggung dengan percaya diri, polos, lantang suaranya, dan kompak. Duh betapa manisnya, tidak ada anak kecil yang melendot ibunya, yang tidak menjawab ketika disapa. Semua terasa menyejukkan hati.
          Anak-anak Sabilal Mutaqin berdoa, dan bernyanyi dengan polos dan ceria, dengan nyanyian yang berisi syair yang semoga dapat membentuk karakter siswa sesuai dengan pesan dalam lagu tersebut, Taqwa kepada Allah, cinta dan hormat kepada orang tua, dan sayang sesama teman. Betapa hebatnya Indonesia kelak, bila karakter tersebut benar-benar dapat melekat ke dalam diri anak-anak tersebut.  
       
         Suksesnya  anak-anak tersebut dalam berdoa, dan bernyanyi di panggung, tidak lepas dari ketelatenan, kesabaran dan kepandaian para Tutor  dalam membimbing dan membina anak-anak. Dedikasi tutor yang sangat tinggi patut diacungi jempol karena mereka sadar penghasilan yang tidak sebanding dengan kewajiban dan tanggung jawab  tugas mengajar dan mendidik anak-anak  yang berat. Namun kreativitas dan inovasi pembelajaran tetap dapat mereka wujudkan walau tidak ada insentif yang memadai. Sebagai contoh media keluarga Kura-kura yang dibuat dari Koran bekas sangat bagus dan menarik, sehingga dapat menjadi contoh langsung kepada anak-anak dan tutor PAUD yang lain tentang bagaimana memanfaatkan  limbah dengan baik .  Semoga Sabilal Muttaqun  dapat terus berkembang dan dapat melayani pendidikan anak-anak usia dini dengan lebih maksimal.
Membaca Selanjutnya...